sains

Polusi udara Jakarta tinggi, IDAI rekomendasikan agar anak-anak banyak konsumsi buah

Sabtu, 29 Juni 2024 | 21:39 WIB
Ilustrasi (Pixabay_Syaibatulhamdi)

GENMILENIAL.ID - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi agar para orang tua memberikan banyak buah-buahan kaya akan air pada anak di perkotaan yang mengalami polusi tinggi.

Dokter Spesialis Penyakit Tropik Anak IDAI Dr. Ari Prayitno mengatakan rekomendasi makanan tersebut yaitu yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh atau pertahanan tubuh pada anak.

“Makanan yang direkomendasikan adalah makanan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh terutama pertahanan tubuh, mukosa atau saluran lendir yang ada di saluran pernapasan karena yang paling berhubungan dengan polusi udara adalah saluran lendir pada saluran pernapasan itu,” Dr. Ari Prayitno dikutip dari Antaranews pada Sabtu, 29 Juni 2024.

Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat IDAI menanggapi terkait tingginya polusi udara di Jakarta beberapa waktu belakangan ini.

Baca Juga: 7 Langkah penting dalam mengembangkan bisnis bengkel otomotif di era modern

Ia juga mengatakan bahwa buah yang mengandung banyak air seperti semangka dan jeruk sangat bagus dalam memenuhi kebutuhan mikronutrien anak-anak. 

Buah-buahan itu dapat membantu selaput lendir yang dimiliki anak bekerja dengan lebih optimal.

“Kalau bisa (buahnya) jangan dikasih yang berbentuk obat, tapi makanan dan minuman yang baik,” ujarnya.

Polusi di Jakarta telah menyebabkan udara di Ibu Kota cukup kering, sehingga Dr. Ari merekomendasikan agar anak-anak diberikan banyak air putihyang cukup.

Sehingga hal tersebut tidak menyebabkan dehidrasi atau gangguan kesehatan lainya.

Baca Juga: Manfaat pentingnya percaya diri, kunci keberhasilan dalam membangun hubungan sosial 

Selain itu, polusi tersebut bertepatan dengan masa libur anak anak sekolah. para orang tua juga diimbau agar lebih cermat terhadap waktu dimana polusi semakin tinggi.

Terutama kata Dr. Ari ketika siang hari saat pabrik di Jakarta dan sekitarnya sedang beraktivitas atau lalu lalang kendaraan bermotor yang ramai dan menghasilkan gas beracun.

“Anak itu harus dipaparkan dengan udara bersih semaksimal mungkin yang bisa kita lakukan. Kita tahu bahwa tingkat polusi dan tingkat kesehatan yang ada sepanjang hari pun berbeda, pagi sampai malam itu berbeda,” ucap Ari.

Halaman:

Tags

Terkini