Ekspektasi juara mengiringi John Herdman, pengamat ingatkan Timnas Indonesia butuh proses panjang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 8 Januari 2026 | 21:57 WIB
Pengamat sepak bola Tanah Air, Bung Binder soroti sepak terjang pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman (YouTube.com/BolaBungBinder - Kanada Soccer)
Pengamat sepak bola Tanah Air, Bung Binder soroti sepak terjang pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman (YouTube.com/BolaBungBinder - Kanada Soccer)

Baca Juga: Mahfud MD pastikan candaan Pandji Pragiwaksono aman dari jerat KUHP baru

Gaya bermain fleksibel dan intensitas tinggi

Dari sisi permainan, Binder menilai Herdman memiliki gaya main yang fleksibel dan adaptif.

Saat melatih Kanada, Herdman dikenal mengombinasikan pemain senior dan junior, dengan menekankan kekuatan fisik serta intensitas tinggi.

“Dia sering menggunakan formasi tiga bek tengah dan permainannya cenderung agresif. Menyerang, menyerang, dan menyerang,” jelas Binder.

Pendekatan ini dinilai berpotensi diterapkan di Timnas Indonesia, termasuk kepada pemain-pemain kunci seperti Jay Idzes dan kawan-kawan.

Baca Juga: Gelombang tinggi terjang Manado Town Square 3, air laut masuk area parkir dan seret mobil

Namun, fleksibilitas taktik tersebut tetap membutuhkan waktu adaptasi, terutama dengan karakter pemain Indonesia yang berbeda dengan Kanada.

Ekspektasi tinggi dibanding era STY

Binder kemudian menyoroti perbedaan ekspektasi publik antara era Shin Tae-yong (STY) dan era John Herdman.

Jika di masa STY publik masih bicara soal proses dan pembangunan fondasi, kini tuntutan kepada Herdman langsung mengarah pada gelar juara.

“Pertanyaannya, mampukah Herdman membawa Timnas Indonesia juara AFF 2026? Bisa saja. Tapi apakah itu satu-satunya ukuran keberhasilan pelatih?” kata Binder.

Baca Juga: Banjir di Kabupaten Banjar Kalsel tak kunjung surut, air rendam rumah warga hingga berhari-hari

Ia mengingatkan, prestasi STY justru lahir dari proses panjang, mulai dari keberanian memainkan pemain muda hingga konsistensi di berbagai level kompetisi.

Prestasi bukan sekadar trofi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X