Ia dijadwalkan kembali bertanding di nomor perorangan dengan target kembali menyumbangkan medali emas.
“Saya sangat bersyukur. Harapannya saya bisa memberikan yang terbaik lagi untuk Indonesia,” tegas Justin.
Pecah tangis saat ceritakan korban bencana Sumatera
Momen emosional terjadi ketika Justin ditanya awak media mengenai alasan di balik keputusannya menyumbangkan seluruh bonus SEA Games.
Petenis muda itu tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kepeduliannya terhadap warga Sumatera Utara.
Baca Juga: 10 Jam jalan kaki demi sembako, warga Bonan Dolok Tapteng bertaruh tenaga di tengah desa terisolasi
“Apa yang membuat Anda sangat emosional?” tanya seorang wartawan.
“Sebenarnya saya punya rencana. Ini mimpi saya untuk melihat semua orang yang ada di Sumatera Utara bahagia,” jawab Justin dengan suara bergetar.
Ia sempat terdiam sejenak, menghapus air mata, lalu kembali menegaskan komitmennya.
“Jadi saya akan menyumbangkan semua hasil penghargaan saya ini untuk orang-orang yang ada di Sumatera Utara. Walaupun jumlah uangnya tidak banyak, tapi saya harap bisa membantu para korban di Sumatera,” tandasnya.
Teladan atlet berprestasi dan berempati
Langkah Justin Barki ini menuai apresiasi luas dari masyarakat. Di tengah sorotan prestasi olahraga, sikap empati dan kepedulian sosial sang atlet dinilai menjadi teladan, terutama bagi generasi muda.
Di saat banyak korban masih berjuang bangkit dari dampak banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, kontribusi Justin menjadi bukti bahwa prestasi olahraga bisa berjalan seiring dengan kepedulian kemanusiaan.***
Artikel Terkait
Subang serius bangun bibit sepak bola: Kang Rey dorong pembinaan usia dini usai final Bupati Cup U-17
Dua atlet menembak asal Subang persembahkan medali perak untuk Indonesia di SEA Games Thailand 2025
Sabet perak SEA Games, atlet menembak asal Subang Prabu Rakyan mantap daftar Akpol jalur prestasi 2026
Bikin haru! Kepolosan bocah pengungsi Aceh Tamiang lompat kegirangan saat dapat bantuan baju baru
Terisolasi pascabencana, warga Sibolga tempuh 5 jam susuri gunung demi jemput bantuan logistik
Tak ada sinyal pascabencana, pria ini tempuh 66 kilometer jalan kaki dari Sibolga ke Tarutung demi kabarkan keluarga
Terisolir pascabanjir, warga Bonan Dolok Tapteng jalan kaki dan seberangi sungai demi jemput bantuan logistik