Gantung sepatu di usia muda
Meski berada di puncak performa, Henky memilih gantung sepatu pada 1962, di usia 25 tahun, demi melanjutkan pendidikan di Jepang.
Keputusan itu jarang diambil pesepak bola Indonesia pada masa tersebut.
Selepas dunia sepak bola, ia meniti karier profesional, termasuk sebagai General Manager Toyota Astra Motor Jakarta pada 1976-1996.
Warisan abadi
Pada 2014, Kementerian Pemuda dan Olahraga menerbitkan biografi Henky Timisela: Wonder Boy Sepak Bola Indonesia karya jurnalis olahraga Sumohadi Marsis.
Buku itu mengabadikan kisah hidup dan perjuangan sang legenda.
Kepergian Henky Timisela meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga nasional.
Namanya akan selalu dikenang sebagai putra terbaik bangsa yang memberikan gol, kebanggaan, dan inspirasi bagi generasi berikutnya.***
Artikel Terkait
Ancaman boikot Spanyol bayangi kans Israel lolos Piala Dunia 2026
Puzzle Garuda Kluivert: Seimbangkan Timnas Indonesia hadapi tekanan Arab Saudi dan Irak
Kejutan Kluivert jelang round 4: Marselino dicoret, Ole Romeny dapat kesempatan
Strategi rahasia Patrick Kluivert jadi sorotan, Timnas Indonesia hadapi tekanan berat lawan Arab Saudi dan Irak di Round 4
Jonatan Christie tantang Anders Antonsen di final Korea Open 2025, mampukah Jojo kunci gelar?
Skandal naturalisasi Timnas Malaysia: Denda Rp73 miliar, ancaman diskualifikasi, dan citra ASEAN di ujung tanduk
FIFA pastikan Erick Thohir bisa rangkap jabatan Menpora dan Ketum PSSI