GENMILENIAL.ID – Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, dilaporkan berdampak pada 103 siswa.
Berdasarkan data terakhir yang tersedia pada Jumat 23 Oktober 2026, satu siswa masih membutuhkan perawatan inap.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 21 Oktober 2026, setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Sejumlah siswa mengalami gejala pusing, mual, dan sakit perut hingga harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua.
Baca Juga: Cerita petugas saat padamkan karhutla Palangka Raya, ungkap temuan sebotol Pertalite di lokasi
Hingga Jumat, belum tersedia pembaruan resmi yang memastikan perubahan jumlah siswa terdampak maupun kondisi terbaru pasien yang masih dirawat.
103 Siswa mendapatkan penanganan medis
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pemerintah daerah memprioritaskan penanganan kesehatan seluruh siswa yang terdampak dugaan keracunan MBG tersebut.
“Kami memastikan bahwa siswa-siswi mendapatkan penanganan medis yang terbaik, yang tercepat dan tentunya semua biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.
Baca Juga: Jumat Curhat di Dangdeur, Kapolsek Subang ajak warga cegah kriminalitas dan kebakaran lahan
Sebagian besar siswa dilaporkan dalam kondisi stabil dan dapat dipulangkan secara bertahap setelah menjalani observasi medis.
Sementara itu, satu siswa masih terindikasi membutuhkan rawat inap berdasarkan laporan penanganan awal.
Belum ada informasi terbaru yang memastikan apakah kondisi siswa tersebut telah berubah.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan biaya pengobatan para siswa yang terdampak ditanggung pemerintah daerah.