“Palembang nih, ini yang katanya berhasil modifikasi cuaca? Cuaca yang seperti apa? Udah enggak tahu lagi mau ngomong apa,” lanjut akun @ggcempaka.
Warga sebut asap makin parah
Keluhan serupa muncul melalui utas akun Threads @helloitsjan. Akun tersebut meminta perhatian terhadap kondisi kabut asap yang disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan.
“Tolong kami! 3 bulan karhutla di Palembang masih terus berlangsung, asap makin hari makin parah, pandangan blur parah,” tulis akun @helloitsjan.
Unggahan tersebut memperlihatkan keresahan warga terhadap kondisi kabut asap yang dinilai belum membaik.
Baca Juga: 12 Pekerja Di-PHK, SPN Subang bongkar dugaan intimidasi pengurus serikat di VinFast
Keluhan mengenai jarak pandang juga menunjukkan bagaimana persoalan karhutla menjadi perhatian masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Meski begitu, keluhan yang beredar di media sosial tersebut merupakan pengalaman dan penilaian masing-masing pengunggah.
Kondisi kualitas udara secara menyeluruh perlu merujuk pada data pemantauan resmi.
Modifikasi cuaca dilakukan dengan penyemaian dry ice
Di tengah keluhan warga, operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan sejak Kamis 15 Oktober 2026 dengan metode penyemaian dry ice atau es kering.
Berdasarkan informasi dalam bahan yang disampaikan, hingga Senin 19 Oktober 2026 penyemaian telah dilakukan sebanyak 11 kali dengan total penggunaan 8,8 ton dry ice.
Pada Senin tersebut, penyemaian dilakukan dalam dua sortie dengan total 1,6 ton dry ice. Operasi itu juga mencakup satu sortie penyemaian natrium klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram.
Upaya modifikasi cuaca tersebut menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu penanganan karhutla.