Baca Juga: Bersaing sengit di balapan kandang, Veda Ega Pratama amankan 10 poin di Moto3 Mandalika
Langkah ini ditujukan agar penyaluran bahan bakar dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan, pengaturan pengiriman dilakukan berdasarkan kebutuhan setiap SPBU.
“Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam,” ujar Ahad kepada awak media, Selasa 13 Oktober 2026.
Ia berharap langkah tersebut dapat mempercepat pemulihan pelayanan BBM di wilayah Bali sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.
“Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” lanjutnya.
Meski demikian, laporan antrean yang masih terjadi sehari setelah pernyataan tersebut menunjukkan bahwa percepatan distribusi belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan pelayanan di seluruh SPBU yang terdampak.
Target pemulihan pasokan BBM belum merata
Antrean BBM di sejumlah SPBU di Bali masih terjadi meski pemerintah daerah dan Pertamina telah menyiapkan langkah percepatan distribusi.
Pengoperasian SPBU selama 24 jam menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penyaluran dan memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat.
Baca Juga: Wajib halal mulai 18 Oktober 2026, UMK perlu cek produk yang belum bersertifikat
Namun, hingga Rabu 14 Oktober 2026 pagi, pelayanan di sejumlah SPBU belum sepenuhnya pulih.
Pertamina Patra Niaga juga belum menyampaikan perkiraan waktu kapan antrean akan terurai dan pelayanan kembali normal di seluruh lokasi terdampak.
Keluhan mengenai sulitnya mendapatkan BBM turut muncul di media sosial. Dalam video yang beredar di TikTok, warga menyebut Pertalite, Pertamax, hingga Pertamax Turbo sulit ditemukan.