Tawaran percepatan proses dengan disertai dokumen yang terlihat resmi berpotensi membuat calon korban percaya dan memenuhi permintaan pelaku.
Karena itu, calon mitra perlu berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan pembukaan SPPG dalam waktu singkat dengan imbalan pembayaran tertentu, terlebih jika pihak tersebut mengatasnamakan BGN.
BGN tegaskan tidak memungut uang untuk pembukaan dapur
Tysa menegaskan bahwa BGN saat ini memprioritaskan pembukaan dapur SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.
Baca Juga: BEM Subang desak evaluasi MBG dan perbaikan sekolah, beasiswa satu desa satu sarjana disorot
Ia juga memastikan bahwa BGN tidak pernah meminta uang kepada calon mitra untuk mengurus proses pembukaan dapur SPPG.
“Saat ini BGN hanya fokus untuk membuka dapur di wilayah 3T dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi. Kami juga tidak pernah meminta sepeser uang pun kepada calon mitra BGN untuk melakukan proses pembukaan dapur,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi calon mitra agar tidak mudah percaya terhadap tawaran jasa yang menjanjikan proses pembukaan dapur MBG secara instan dengan meminta bayaran.
Calon mitra juga perlu mencermati dokumen yang diberikan oleh pihak yang mengaku sebagai petugas BGN.
Baca Juga: 13 Ribu dapur MBG dipersoalkan, Agus Sulistriyono: Telusuri prosesnya, jangan asal loloskan
Keberadaan surat atau atribut yang terlihat resmi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa tawaran tersebut benar-benar berasal dari lembaga terkait.
Kasus penipuan mengatasnamakan BGN ditindaklanjuti aparat
BGN menyatakan bahwa dugaan penipuan dengan modus penawaran pembukaan dapur SPPG secara cepat tersebut telah ditindaklanjuti oleh aparat berwenang.
Tysa mengungkapkan bahwa langkah tersebut ditempuh untuk mengusut peristiwa penipuan yang mengatasnamakan BGN dan merugikan calon mitra.