Adri mengingatkan keterbatasan fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan persoalan krusial di sektor pendidikan.
Tuntutan beasiswa tersebut berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa yang terkendala biaya pendidikan.
Aliansi berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap akses pendidikan tinggi sehingga kesempatan melanjutkan kuliah tidak semata-mata bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga.
Selain beasiswa, tuntutan mahasiswa juga mencakup penanganan kekerasan seksual. Isu tersebut menjadi bagian dari persoalan pendidikan yang diminta mendapat perhatian serius dari Pemkab Subang dan DPRD.
Mahasiswa Minta Hasil Audiensi Ditindaklanjuti
Aliansi BEM Subang menegaskan akan terus mengawal aspirasi yang disampaikan dalam audiensi bersama DPRD dan pemerintah daerah.
Mahasiswa meminta pertemuan tersebut menghasilkan tindak lanjut yang bisa direalisasikan, bukan sekadar menjadi ruang penyampaian pendapat.
Baca Juga: Jamaah umrah jadi korban serangan Houthi di Bandara Riyadh, 12 orang tewas dan 309 terluka
“Kita kawal bersama. Jangan hanya disampaikan lewat meja-meja bundar saja, tetapi harus ada tindakan-tindakan yang memang bisa direalisasikan. Jika tidak menemukan titik terang dan solusi, kami akan kembali turun ke jalan membawa tuntutan yang belum dijawab,” pungkas Adri.
Pernyataan tersebut menegaskan tuntutan mahasiswa agar persoalan pendidikan di Subang mendapat penyelesaian konkret.
Mulai dari evaluasi MBG, perbaikan infrastruktur sekolah, penanganan kekerasan seksual, hingga perluasan akses beasiswa, Aliansi BEM Subang meminta pemerintah daerah dan DPRD menunjukkan tindak lanjut atas aspirasi yang telah disampaikan.***