Modal yang sudah dikeluarkan tidak dapat dijadikan alasan untuk mengesampingkan persyaratan maupun keselamatan penerima manfaat.
“Kalau berharap untung, harus siap menghadapi risiko rugi. Jangan ketika melihat peluang mengaku pengusaha, tetapi ketika bermasalah meminta pemerintah menjamin investasinya kembali,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah tidak seharusnya meloloskan dapur hanya karena pengelolanya mengaku mengalami kerugian.
Baca Juga: Jalan Rancasari–Mariuk baru 1,5 kilometer, Kang Rey targetkan kelanjutan pada 2027
Keputusan harus tetap mengacu pada kelayakan fasilitas, ketentuan administrasi, kebutuhan layanan, dan hasil pemeriksaan.
Agus kembali menegaskan bahwa dugaan penipuan maupun penyalahgunaan kewenangan harus diusut apabila ditemukan bukti.
Namun, kerugian investasi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan persoalan kelayakan dapur.
“Kalau ada penipuan, kejar pelakunya. Kalau ada pejabat yang menyalahgunakan kewenangan, proses. Tetapi jangan menjadikan kerugian investor sebagai alasan untuk meloloskan dapur bermasalah,” tegas Agus.***