Baca Juga: Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7: Prabowo lantik 18 pejabat, Bahlil rangkap dua jabatan
Pernah terjun ke politik
Perjalanan Syahganda tidak hanya berlangsung di lingkungan aktivisme dan lembaga kajian. Ia pernah bergabung dengan Partai Daulat Rakyat (PDR).
Setelah keluar dari partai tersebut, Syahganda ikut membentuk Partai Merdeka menjelang Pemilu 1999. Ia kemudian pernah mencoba menjadi calon anggota legislatif melalui Partai Golkar.
Dalam perjalanan berikutnya, Syahganda juga dikenal melalui Sabang Merauke Circle (SMC), lembaga kajian yang pernah dipimpinnya.
Ia kemudian menjadi salah satu tokoh yang aktif dalam gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Rekam jejak tersebut membuat nama Syahganda cukup dikenal dalam lingkungan aktivis dan pengamat politik.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya juga mencatat keterlibatannya dalam aktivitas politik dan gerakan masyarakat sipil.
Aktif di GREAT Institute
Dalam beberapa tahun terakhir, Syahganda tetap aktif dalam kegiatan kajian dan menyampaikan pandangan mengenai kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Terungkap! Modus tusuk gigi jebak kartu ATM di Subang, pelaku intip PIN korban
Pada 2025, ia menjadi salah satu tokoh yang memimpin pendirian GREAT Institute. Lembaga tersebut bergerak dalam kajian ekonomi, teknologi, dan politik.
Situs resmi GREAT Institute menyebut lembaga itu didirikan oleh sejumlah aktivis dengan Syahganda sebagai pemimpinnya.
Melalui lembaga tersebut, Syahganda terlibat dalam berbagai diskusi mengenai ekonomi, kebijakan publik, demokrasi, energi, pangan, industrialisasi, hingga geopolitik.