Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, Siti Hasmah menjadi salah satu perempuan Melayu yang mengawali karier di bidang kedokteran.
Ia kemudian bertugas dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Kedah, negara bagian asal Mahathir.
Selain menjalani profesi sebagai dokter, Siti Hasmah aktif dalam berbagai kegiatan kesehatan dan sosial.
Ketika Mahathir menjabat sebagai perdana menteri, Siti Hasmah menggunakan perannya untuk ikut mendorong perhatian terhadap sejumlah isu, termasuk kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, literasi, serta kesehatan mental.
Kisah Siti Hasmah dan Mahathir
Mahathir menjabat sebagai perdana menteri Malaysia dalam dua periode, yakni 1981-2003 dan 2018-2020. Siti Hasmah mendampinginya sepanjang perjalanan tersebut.
Pernikahan Siti Hasmah dan Mahathir genap berusia 70 tahun pada Agustus 2026.
Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki tujuh anak, termasuk aktivis dan penulis Marina Mahathir serta mantan Menteri Besar Kedah Mukhriz Mahathir.
Dalam memoarnya yang terbit pada 2016 dengan judul My Name is Hasmah, Siti Hasmah menceritakan perjalanan hidupnya, termasuk hubungannya dengan Mahathir.
Dalam buku tersebut, Siti Hasmah menggambarkan Mahathir sebagai sosok yang ia kagumi dan menyebutnya sebagai 'pahlawan' yang membantunya selama menjalani pendidikan kedokteran.
Baca Juga: Rajin ikut pengajian bisa dapat voucher umrah, program Rumasa Ash-Shiddiq terbuka untuk umum
Kiprah di bidang kesehatan
Siti Hasmah mengawali karier kedokterannya di wilayah pedesaan Kedah. Kiprahnya kemudian berkaitan dengan berbagai program kesehatan masyarakat.