news

Telisik modus 'Abah' pimpinan ponpes di Lombok tengah yang diduga cabuli belasan santriwati

Selasa, 29 September 2026 | 18:10 WIB
Menyoroti modus pelecehan seorang pimpinan pondok pesantren terhadap santriwati di wilayah Desa Bunkate, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB (Instagram.com/@insidenlombok)

GENMILENIAL.ID — Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) berinisial IM di Desa Bunkate, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih didalami polisi.

Dalam kasus tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, mengungkap dugaan modus yang dilakukan pimpinan ponpes yang kerap dipanggil 'Abah' itu terhadap para santriwati.

Joko menyebut, terduga terlapor diduga melakukan pendekatan terhadap korban sebelum menawarkan mereka untuk dijadikan istri kedua.

Baca Juga: 172 Peserta pendidikan dokter spesialis FK Unair keracunan makanan, kegiatan diliburkan

"Modus terduga terlapor dalam melakukan pelecehan seksual itu dengan melakukan pendekatan terhadap korban, ditawarkan untuk dijadikan istri kedua," kata Joko Jumadi dalam keterangannya, dikutip pada Selasa, 29 September 2026.

Korban santriwati capai 16 orang

Menurut Joko, jumlah korban dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan bekas pimpinan Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat di Lombok Tengah tersebut kini mencapai 16 orang.

"Korban sampai saat ini ada 16 orang," kata Joko di Mapolres Lombok Tengah.

Baca Juga: Tak hanya temuan klaster mewah, sidak Ombudsman ke Lapas Cibinong juga menguak minimnya pengawasan CCTV

Joko menjelaskan, jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 15 orang. Satu orang lainnya kemudian melaporkan diri dan mengaku menjadi korban.

"Pekan kemarin memang ada 15 orang, tetapi ada satu orang lagi yang melaporkan juga menjadi korban," tambahnya.

Dari 16 orang yang disebut sebagai korban, sebanyak 12 orang telah diperiksa oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah.

Joko mengatakan para korban berani mengungkap dugaan kejadian tersebut setelah melihat video 'Abah' yang mengatakan peristiwa itu bohong.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 5 penyebab bansos PKH dan BPNT tahap 4 di tahun 2026 gagal cair, penerima bisa dicoret

Halaman:

Tags

Terkini