Barito Utara naik status tanggap darurat karhutla
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah menaikkan status penanganan karhutla dari siaga menjadi tanggap darurat.
Status tanggap darurat tersebut berlaku mulai 18 September hingga 2 Oktober 2026.
Baca Juga: Viral kasus aniaya balita 2 tahun oleh pengasuhnya di Palembang, kini pelaku dibekuk polisi
Bupati Barito Utara Shalahuddin menyebut perubahan status tersebut perlu dimaknai sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh pihak terhadap potensi karhutla.
“Pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Penanganan yang cepat memang sangat diperlukan ketika kebakaran terjadi, tetapi upaya mencegah munculnya titik api akan jauh lebih efektif dalam mengurangi dampak yang ditimbulkan,” tegas Shalahuddin.
Sementara itu, data Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya peningkatan signifikan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence di Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Viral rumah ASN di Cileunyi Bandung digerebek, polisi temukan puluhan tanaman pohon ganja
Jumlahnya mencapai 1.035 titik hotspot atau meningkat 166 titik dari sebelumnya di wilayah Kalimantan Tengah.
Kondisi tersebut membuat Kalimantan Tengah menjadi fokus penguatan operasi penanganan karhutla.
Operasi darat, water bombing, patroli udara, pembasahan, dan pendinginan terus dilakukan sesuai kondisi aktual di lapangan.
Di sisi lain, unggahan warga memperlihatkan dampak kabut asap yang dirasakan langsung di Barito Utara, mulai dari perubahan warna langit, jarak pandang yang terganggu hingga aktivitas masyarakat yang ikut terdampak.***