GENMILENIAL.ID - Media sosial dihebohkan dengan video pertunjukan salah satu tim dalam Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah, yang digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Penampilan dalam karnaval yang berlangsung pada Kamis, 10 September 2026 itu menuai sorotan setelah sejumlah visual dan aksi teatrikalnya dikaitkan warganet dengan dugaan ritual satanik.
Sejumlah properti dan adegan yang ditampilkan disebut memperlihatkan simbol-simbol yang dianggap identik dengan ritual pemujaan setan.
Baca Juga: Kepala BPOM sebut MBG lebih dari 4 jam masuk kategori basi: Kualitas makanan menurun
Kontroversi tersebut kemudian mendapat perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menilai konsep pertunjukan yang ditampilkan dalam karnaval tersebut tidak sesuai dengan esensi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
MUI soroti konsep pertunjukan
Cholil Nafis menyebut sejumlah atraksi dalam pertunjukan tersebut bertentangan dengan semangat peringatan Maulid Nabi.
“Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Cholil Nafis dalam keterangannya kepada awak media pada Senin, 14 September 2026.
Baca Juga: RAPBD Subang 2027 tembus Rp2,7 triliun, DPRD soroti rencana defisit Rp106,5 miliar
Menurutnya, penggunaan visual bernuansa horor dalam pertunjukan tersebut dinilai dapat menghilangkan makna spiritual dari perayaan Maulid Nabi.
“Konsep karnaval yang menampilkan visualisasi horor dan menyimpang membuat makna spiritual perayaan maulid Nabi menjadi hilang,” sambungnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah video pertunjukan SKNC 2026 ramai beredar di media sosial dan menjadi perbincangan publik.
Visual iblis hingga adegan penyembelihan kambing