Saat berusaha menyelamatkan diri, Faisal tidak sendirian. Ia menyebut ada 13 orang lainnya yang juga berupaya bertahan dalam situasi tersebut.
Baca Juga: 4 Fakta di balik insiden kecelakaan KM Virgo di Laut Jawa: Hadapi cuaca buruk, ditemukan terbalik
Kumandangkan azan hingga terbawa arus
Situasi semakin genting ketika kapal mulai tenggelam. Faisal mengaku sempat beberapa kali mengumandangkan azan sebelum dirinya akhirnya terbawa arus.
Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi ketika dirinya sudah tidak tahu lagi harus meminta pertolongan kepada siapa.
“Saya kebawa arus setelah azan sama abang ini. Saya azan, kayak udah mau ngapain?” ungkap Faisal.
Dalam kondisi terombang-ambing, Faisal kemudian terbawa arus ombak hingga akhirnya naik ke sekoci.
Baca Juga: 69 Korban kecelakaan KM Virgo yang selamat dilaporkan alami trauma berat hingga sesak napas
“Mau ngapain lagi kita? Mau minta pertolongan sama siapa lagi kita. Setelah beres itu, langsung kebawa arus ombak, naik ke sekoci. Saya enggak tahu gimana yang 13 itu,” sambungnya.
Kesaksian tersebut menggambarkan cepatnya situasi berubah setelah kapal mulai miring. Penumpang harus mengambil keputusan dalam waktu singkat untuk mencari posisi yang dianggap lebih aman.
Tak ada alarm peringatan, penumpang masih tidur
Faisal juga mengungkapkan tidak terdengar alarm peringatan ketika kapal mulai mengalami kemiringan.
Baca Juga: Kecilkan dapur MBG, perluas kesempatan usaha untuk rakyat
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan karena sebagian penumpang masih tertidur ketika kapal mulai miring.
Ia menilai alarm dapat membuat lebih banyak penumpang mengetahui kondisi darurat dan segera terbangun.