Setelah menerima laporan hilang kontak, operasi pencarian dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur SAR.
Baca Juga: Cerita warga Makassar antre BBM: Datang ke SPBU sejak jam 4 subuh, baru terisi saat siang hari
Basarnas mengerahkan tim pencarian dari Kantor SAR Banjarmasin, helikopter SAR, armada pencarian dari KRI TNI AL serta potensi personel SAR lainnya.
Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian juga turut membantu proses evakuasi, di antaranya KM Hai Da, MT Mauhaw dan TB TCP.
Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin turut mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk mendukung proses evakuasi.
Upaya tersebut dilakukan untuk menemukan kapal dan menyelamatkan seluruh pihak yang berada di dalam KM Virgo Transport 8.
Baca Juga: Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit
Kapal ditemukan terbalik, 107 orang selamat
Kementerian Perhubungan menyebut ratusan orang yang berada di KM Virgo Transport 8 telah dievakuasi setelah kapal ditemukan dalam kondisi terbalik.
Berdasarkan pembaruan data Kemenhub pada Senin, 14 September 2026 pukul 10.30 WIB, terdapat 107 orang yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara enam korban dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menyampaikan data tersebut sekaligus menegaskan bahwa proses pencarian dan pendataan masih terus dilakukan.
"Data sementara, sebanyak 107 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, 6 orang meninggal dunia," ungkap Heri.
Baca Juga: Di balik turunnya rating Bank BJB, NPL naik dan pencadangan melemah
"Sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung," tambahnya.
Berdasarkan data manifes, KM Virgo Transport 8 membawa total 243 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Kapal tersebut juga membawa 89 unit muatan kendaraan.