Wanita tersebut beberapa kali terlihat memegang dan mencium kamper selama berada di dalam kereta.
Menurut Elsa, keberadaan kamper itu kemudian membuat aroma menyengat tercium di dalam gerbong.
Elsa menyebut tindakan wanita tersebut berkaitan dengan seorang penumpang di dekatnya yang terlihat menutup hidung.
"Bawa kamper bulet dicium-ciumin yang bikin satu gerbong bau kamper," bebernya.
"Membangunkan semua orang yang duduk, marah-marah," jelas Elsa.
Baca Juga: Polisi sebut korban dugaan pencabulan Wakasek SMAN 1 Pamanukan bisa bertambah
Perilaku tersebut kemudian menjadi perhatian penumpang lain yang berada di dalam gerbong. Setelah kejadian berlangsung, wanita tersebut diketahui turun dari KRL di Stasiun Tanjung Barat.
Video yang merekam kejadian itu kemudian beredar dan mendapat perhatian warganet. Peristiwa tersebut juga sampai kepada pihak KAI Commuter Indonesia (KCI).
KAI Commuter tanggapi laporan penumpang
Menanggapi laporan mengenai kejadian tersebut, KCI menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna yang merasa tidak nyaman.
Pihak KCI juga mengatakan laporan yang diterima akan diteruskan kepada unit terkait untuk ditindaklanjuti.
Baca Juga: Terjerat kasus dugaan pencabulan anak, Wakasek SMAN 1 Pamanukan terancam 12 tahun penjara
"Karel memahami pada kejadian tersebut membuat Kakak tidak nyaman dan terima kasih atas informasi yang disampaikan," demikian keterangan KAI melalui akun Threads @commuterline pada hari yang sama.
"(Kami) menindaklanjuti laporan tersebut selanjutnya Karel koordinasikan dengan unit terkait. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya yang dirasakan," sambungnya.