Baca Juga: Anak Krakatau bergeliat, sirine peringatan tsunami kini disebar di wilayah pesisir Banten
Pasalnya, api masih dapat merambat di bawah permukaan meskipun kobaran yang terlihat di atas tanah telah berhasil dipadamkan.
Selain karakteristik lahan, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala dalam menangani kebakaran di sejumlah wilayah Kalbar.
Sejumlah sungai mengalami penyusutan. Kondisi tersebut membuat air laut masuk ke aliran sungai sehingga air menjadi asin dan sulit digunakan untuk membantu proses pemadaman.
"Air untuk memadamkan api juga kita kekurangan sehingga harus mengambil air dari tempat yang cukup jauh," imbuh Krisantus.
Tiga CH-47 Chinook disiapkan untuk water bombing
Kapal perang Jepang JS Kunisaki membawa personel dan berbagai peralatan pendukung setelah menempuh perjalanan selama 11 hari menuju Kalbar.
Di dalam armada tersebut terdapat tiga unit helikopter berat CH-47 Chinook.
BNPB menjelaskan, helikopter tersebut disiapkan secara khusus untuk mendukung operasi water bombing dengan kapasitas besar.
Kehadiran tiga helikopter tersebut diharapkan dapat mendukung pemadaman karhutla dari udara, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain untuk pemadaman, keberadaan helikopter berat tersebut juga dapat mendukung pengangkutan logistik menuju lokasi yang memiliki akses terbatas.
Bantuan dari Jepang ini merupakan bagian dari kemitraan strategis dan kemanusiaan antara Indonesia dan Jepang.
Kerja sama tersebut berada dalam kerangka defence cooperation arrangement (DCA) yang berfokus pada Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).