Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kondisi kegawatan akibat paparan asap.
“Setelah itu kami melakukan skrining dan evaluasi terhadap pasien yang dipindahkan untuk memastikan tidak ada kegawatan,” terangnya.
Syaifullah mengatakan pihak rumah sakit kemudian menunggu hasil evaluasi terhadap fasilitas sebelum pasien dapat kembali ke ruang perawatan.
Ruang perawatan anak masih berbau asap
Kondisi ruang perawatan anak yang masih berbau asap membuat pihak rumah sakit memilih memindahkan pasien ke lokasi lain untuk sementara waktu.
Setelah dipindahkan, seluruh pasien kembali menjalani pemeriksaan.
Baca Juga: Pengakuan orang tua di Pati, anaknya alami mual-muntah hingga mimisan usai diduga keracunan MBG
Syaifullah memastikan kondisi pasien anak tetap stabil dan tidak ditemukan kegawatan yang mengkhawatirkan.
“Alhamdulillah, setelah kami pindahkan ke ruang tersebut dilakukan skrining ulang dan sampai sekarang tidak ada kegawatan pada pasien yang mengkhawatirkan,” tandasnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan rumah sakit setelah kebakaran terjadi di area layanan gizi.
Dua ruangan terbakar, api padam pukul 16.30 WIB
Berdasarkan laporan yang diterima Mako Damkar, kebakaran di RSSA Malang terjadi sekitar pukul 14.57 WIB.
Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga di Bogor meluas, helikopter TNI AU dikerahkan untuk water bombing
Petugas pemadam kebakaran kemudian bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan lima unit armada.