Disdik Jabar gali informasi dari sejumlah pihak
Mengenai dugaan tindakan pelecehan tersebut, Purwanto mengatakan telah dilakukan penyelidikan awal dengan menggali informasi dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Informasi tersebut antara lain berasal dari kepala sekolah, teman korban, serta bukti percakapan melalui pesan chat yang beredar.
“Kalau dari fakta-fakta sih iya. Dari fakta-fakta, informasi dari kepala sekolah, kemudian dari bukti-bukti chat, dari penuturan temannya, dari yang bersangkutan,” lanjutnya.
Dinas Pendidikan Jabar kemudian melakukan langkah pendampingan terhadap korban.
Baca Juga: RDP dugaan keracunan MBG di DPRD Karo memanas, orang tua siswa tuntut tanggung jawab SPPG
Pendampingan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
“Kita koordinasi untuk pendampingan psikologis,” ungkap Purwanto.
Selain pendampingan terhadap korban, Disdik Jabar juga melakukan rapat secara daring dengan sekolah-sekolah sebagai bagian dari langkah mitigasi terhadap potensi pelecehan di lingkungan pendidikan.
Kronologi dugaan pelecehan di SMAN 1 Pamanukan
Kasus dugaan pelecehan tersebut menyeruak setelah video aksi para siswa yang marah terhadap AT beredar di media sosial.
Aksi tersebut berlangsung seusai upacara bendera pada Senin, 7 September 2026.
Dalam video yang beredar, sejumlah siswa meneriaki terduga pelaku hingga mengejarnya ke arah gerbang sekolah ketika diduga hendak meninggalkan lokasi.
Selain video aksi protes, beredar pula selebaran bertuliskan 'Waspada! Guru Cabul' yang menyertakan foto AT.