GENMILENIAL.ID — Sebuah utas berisi sejumlah curhatan supplier program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi perhatian di platform media sosial Threads.
Sejumlah pemilik usaha mengaku pernah diajak memasok bahan baku untuk dapur MBG, tetapi mendapat permintaan yang menurut mereka tidak sesuai dengan standar bahan pangan.
Utas tersebut muncul ketika program MBG kembali menjadi sorotan setelah adanya kasus dugaan keracunan di sejumlah wilayah.
Para siswa yang menjadi korban disebut berjumlah ratusan dan sebagian harus mendapatkan perawatan medis.
Dalam utas yang beredar, sejumlah akun kemudian membagikan pengalaman mereka ketika berinteraksi dengan pihak yang disebut sebagai pengelola atau dapur MBG.
Cerita yang dibagikan antara lain mengenai permintaan beras broken, ayam afkir atau memar, hingga dugaan permintaan markup harga.
Viral permintaan beras broken
Utas tersebut diunggah oleh akun Threads @dewarmdhy dengan menyertakan tangkapan layar percakapan WhatsApp.
Dalam percakapan itu, seseorang disebut sedang mencari pemasok beras broken dalam jumlah besar untuk kebutuhan yang diduga berkaitan dengan MBG.
“Ada channel yang jual beras broken ga? Ada yang ngajakin gua kerja sama, dia butuh 60 ton per minggu,” tulis pesan dalam chat, dikutip pada Minggu, 6 September 2026.
Penerima pesan kemudian menanggapi bahwa beras broken tidak seharusnya digunakan sebagai bahan baku MBG.
“No no, MBG ya? Udah dikorupsi, beras broken lagi. Dosa banget,” tulisnya.