Baca Juga: Kepala SMAN 1 Lasem Rembang ceritakan situasi genting saat ratusan siswa diare diduga imbas MBG basi
BGN mengikuti kebijakan pemerintah daerah
Terkait pelaksanaan MBG di wilayah yang terdampak karhutla, Sudaryono menyatakan BGN mengikuti keputusan pemerintah daerah mengenai kegiatan sekolah.
Ia mengatakan, kebijakan tersebut berlaku untuk wilayah Kalimantan dan Sumatra yang terdampak karhutla.
“Jadi, terkait karhutla di Kalimantan dan Sumatra, intinya kami mengikuti pengumuman dari pemerintah daerah soal libur atau tidak libur. Kami mengikuti saja,” ujar pria yang kerap disapa Mas Dar itu.
Sudaryono juga membantah adanya paksaan agar program MBG tetap berjalan ketika sekolah diliburkan akibat kabut asap.
“Kami tidak pernah memaksa demi MBG walaupun karhutla, bukalah sekolah. Enggak,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keputusan mengenai kegiatan sekolah berada pada pemerintah daerah sesuai jenjang pendidikan.
“Tapi intinya, kami serahkan SMA ke gubernur, kemudian SD-SMP di bupati. Kami serahkan, jadi begitu libur, maka MBG akan mengikuti,” tuturnya.
Baca Juga: Dandim 0605 Subang berganti, Kang Rey dorong sinergi TNI dan Pemkab makin kuat
Pernyataan Kadisdik Kalteng sempat viral
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Reza Prabowo, menjadi perhatian di media sosial setelah beredar potongan video rapat daring yang membahas pembelajaran siswa dan MBG di tengah karhutla.
Dalam video tersebut, Reza membahas dampak keputusan meliburkan sekolah terhadap operasional sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan kegiatan sekolah dan program MBG.
“Ketika sekolah diliburkan, berpengaruh juga berdampak pada dapur MBG, kantin-kantin mati,” ucapnya dalam video tersebut.