Sekolah koordinasi dengan SPPG
Setelah kejadian diare massal, pihak sekolah juga melakukan koordinasi dengan SPPG Soditan Lasem untuk meminta klarifikasi mengenai proses penyediaan makanan.
Juhartutik menyebut pihak SPPG menjelaskan bahwa proses memasak dilakukan pada dini hari sebelum makanan dikonsumsi para siswa.
"Saya klarifikasi ke SPPG itu masaknya jam 3 pagi dini hari, sementara anak-anak itu konsumsinya jam 12 (siang)," tandas Juhartutik.
Baca Juga: BGN dibayangi isu pengadaan LED dengan angka total Rp535 miliar, urgensinya masih tanda tanya
Di sisi lain, SPPG Soditan Lasem menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, orang tua, dan siswa yang terdampak.
Pihak SPPG juga menyatakan fokus pada penanganan medis serta evaluasi prosedur operasional setelah kejadian tersebut.***