news

Kepala SMAN 1 Lasem Rembang ceritakan situasi genting saat ratusan siswa diare diduga imbas MBG basi

Jumat, 4 September 2026 | 13:35 WIB
Menyoroti viralnya kasus dugaan keracunan massal yang dialami ratusan siswa di SMAN 1 Lasem Rembang usai mengonsumsi MBG (Instagram.com/@undercover.id)

Sementara itu, pihak SPPG Soditan Lasem menyatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap prosedur pelayanan mereka.

Achmad mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap seluruh prosedur operasional yang berkaitan dengan penyediaan menu MBG.

Baca Juga: TNI AL dalami foto viral prajuritnya dampingi AWK hadiri kontes transgender di Thailand: Kalau melanggar, bakal ditindaklanjuti

"Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP) agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan," tegasnya.

Menu MBG diduga berkaitan dengan kejadian

Dugaan keterkaitan dengan MBG muncul karena para siswa dan guru sebelumnya mengonsumsi paket makanan yang dibagikan pada Rabu, 2 September 2026.

Menurut Juhartutik, menu MBG yang diterima pada hari tersebut terdiri dari ayam bakar, nasi putih, mendoan, dan buah semangka.

Pihak sekolah kemudian melakukan pengecekan terhadap makanan yang diterima. Dalam proses tersebut, terdapat makanan yang dinilai memiliki kondisi berbeda.

Baca Juga: Viral momen Gubernur Kalteng Agustiar Sabran ke lokasi karhutla usai ramai dikritik ihwal penanganan bencana

"Sepertinya (gegara) MBG kemarin. Jadi gini ada tim yang mencicipi kan, ada satu itu menemukan yang berlendir, ada satu itu baik," terang Juhartutik.

Ia mengatakan makanan yang ditemukan dalam kondisi berlendir tersebut kemudian dipisahkan.

"Dan yang berlendir ini sudah disisihkan. Itu kan menunya ayam bakar," imbuhnya.

Keterangan tersebut menjadi salah satu dasar munculnya dugaan bahwa kondisi makanan MBG berkaitan dengan diare yang dialami siswa dan guru.

Baca Juga: Mobil belum diterima meski konsumen sudah bayar lunas, Wuling akui ada pelanggaran SOP di kasus dealer Surabaya

Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Halaman:

Tags

Terkini