news

Tak hanya bayangi warga, pekatnya asap karhutla di Kalbar bikin seekor orang utan terbaring lemas tak berdaya

Selasa, 1 September 2026 | 11:04 WIB
Menyoroti peristiwa pilu saat seekor orang utan dievakuasi warga dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Ketapang, Kalimantan Barat (Instagram.com/@pandemictalks)

Baca Juga: Saat peresmian berubah jadi kepanikan, Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran ambruk dan 50 orang terjatuh

Habitat diduga terganggu karhutla

Keberadaan Sampurna di area perkebunan warga diduga berkaitan dengan kondisi habitatnya yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Sarbandi menduga pekatnya asap karhutla membuat orang utan tersebut bergeser dari habitatnya hingga masuk ke kawasan perkebunan.

"Diduga, akibat kebakaran hutan dan lahan, orang utan bergeser dari habitatnya dan kemudian berada di area perkebunan," terangnya.

Setelah ditemukan, tim gabungan bersama dokter hewan YIARI memberikan penanganan awal terhadap Sampurna.

Baca Juga: Momen relawan buka posko makan gratis untuk tim pemadam kebakaran di Lintang Batang Kalbar: Kami harus saling support

Kondisinya diduga berkaitan dengan paparan asap pekat yang telah menyelimuti kawasan tersebut selama beberapa hari.

Alami gangguan pernapasan akibat asap

Dokter hewan YIARI, Komara, menjelaskan Sampurna mengalami gangguan pernapasan sehingga membutuhkan bantuan oksigen dan infus.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka terbuka maupun luka bakar pada tubuh orang utan tersebut.

Komara menerangkan, paparan asap karhutla dapat memberikan dampak serius terhadap sistem pernapasan orang utan.

Baca Juga: Langit merah membara karena api, kebakaran besar melanda tumbang nusa Kalteng

"Asap karhutla mengandung berbagai partikel dan zat yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu fungsi paru-paru," jelas Komara pada kesempatan yang sama.

"Pada kondisi paparan yang berat, terutama ketika asap sangat pekat dan berlangsung selama beberapa hari, satwa dapat mengalami gangguan pernapasan dan kekurangan oksigen atau hipoksia," sambungnya.

Halaman:

Tags

Terkini