Baca Juga: Kang Rey nyatakan perang narkoba dan pembegalan di Subang, CCTV bakal terintegrasi Polres
Api dekati permukiman dan SPBU
Karhutla di Lintang Batang tidak hanya membakar area lahan gambut. Kobaran api juga mulai mendekati kawasan permukiman warga dan SPBU Lintang Batang.
Kondisi tersebut membuat tim gabungan dan relawan terus melakukan pemadaman di sejumlah titik.
Upaya pemadaman bahkan berlangsung hingga Senin, 31 Agustus 2026.
Di tengah proses tersebut, petugas juga menghadapi kendala dalam mendapatkan sumber air yang dapat digunakan untuk memadamkan kobaran api.
Baca Juga: 18 Hari, Polres Subang bongkar 11 kasus narkoba: 14 Tersangka dan ratusan gram sabu diamankan
Sumber air berjarak hingga 500 meter
Rita dalam unggahannya turut memperlihatkan kondisi kawasan yang dilanda kebakaran. Kobaran api tampak menyala di area lahan.
“Di Lintang Batang, daerah Trans Kalimantan. Ini semuanya merah,” ucap Rita.
Menurutnya, salah satu kendala pemadaman adalah jarak sumber air yang cukup jauh dari titik api.
“Sumber airnya jauh, sekitar 300 sampai 500 meter. Ini lagi bikin strategi biar gimana bisa sampai sana,” lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat tim pemadam harus menyusun strategi agar pasokan air dapat mencapai lokasi kebakaran dan digunakan untuk mendukung proses pemadaman.
Hotspot Kaltim dan Kalteng masih tinggi