Rencana penggunaan tes urine menjadi langkah lanjutan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Subang untuk mendeteksi keterlibatan ASN dalam penyalahgunaan narkoba.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pengungkapan kasus narkotika oleh Polres Subang.
Dalam kurun waktu 18 hari selama Agustus 2026, Satresnarkoba Polres Subang mengungkap 11 kasus dengan 14 tersangka.
Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 157,68 gram sabu, 20,62 gram tembakau sintetis dan 6.486 butir obat sediaan farmasi yang diduga diedarkan tanpa izin.
Bagi Pemerintah Kabupaten Subang, persoalan narkoba juga menjadi perhatian di lingkungan aparatur pemerintahan. Karena itu, pengawasan internal akan diperkuat, termasuk melalui rencana pelaksanaan tes urine bagi ASN.
Kang Rey dorong pembenahan hingga pendidikan
Selain pengawasan terhadap ASN, Kang Rey menyebut pembenahan Kabupaten Subang perlu dilakukan dari berbagai aspek. Salah satunya melalui sektor pendidikan.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
“Ini PR Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dan Pemprov, bagaimana pendidikan harus bisa betul-betul mengubah karakter seseorang,” tutup Kang Rey.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kang Rey bersama Forkopimda Kabupaten Subang dalam memerangi narkoba dan berbagai bentuk kejahatan yang mengganggu keamanan masyarakat.
Baca Juga: Profil Gus Kikin yang terpilih jadi Ketum PBNU: Cicit ulama pendiri NU, pengasuh Ponpes Tebuireng
Dalam konferensi pers tersebut, Kang Rey juga mengapresiasi kinerja Polres Subang di bawah komando AKBP Andi Purwanto yang disebut telah beberapa kali mengungkap kasus narkoba dan kejahatan jalanan sejak menjabat sebagai Kapolres Subang.
“Baru satu bulan bertugas, tapi Alhamdulillah, gebrakannya sudah bertubi-tubi. Sudah beberapa kali rilis dan penangkapan khususnya narkoba maupun kekerasan di Kabupaten Subang. Alhamdulillah, hari ini saya senang karena yang disikat dari hulu ke hilir. Dari narkoba hingga curanmor dan kekerasan,” ungkapnya.***