news

Aspal retak hingga terbelah, Jalan Trans Flores tak bisa dilewati mobil muatan berat: Akses menuju jembatan rusak

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:12 WIB
Jalan Trans Flores di bagian utara terancam putus akibat gempa bumi yang terjadi (Instagram/muhammadnur472)

Di tengah rangkaian gempa susulan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB juga memperbarui data dampak bencana.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan jumlah korban meninggal dunia bertambah empat orang dibandingkan data sebelumnya.

Baca Juga: Kisah heroik Rudiansyah, remaja viral yang padamkan karhutla di Kalteng pakai kostum Superman!

“Kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, Nagekeo bertambah satu,” ujar Berton dalam konferensi pers, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dengan tambahan tersebut, jumlah korban meninggal dunia menjadi 75 jiwa.

Korban luka juga bertambah sembilan orang, dari sebelumnya 898 jiwa menjadi 907 jiwa. Tambahan korban luka tersebut seluruhnya berasal dari Kabupaten Ngada.

Jumlah warga yang mengungsi turut mengalami peningkatan. BNPB mencatat sebanyak 92.735 jiwa saat ini mengungsi, bertambah 33.088 jiwa dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 59.647 jiwa.

Baca Juga: Tuai kecaman warganet, viral 2 pendaki mandi di Sungai Qolbu Gunung Argopuro: Pokoknya harus diblacklist

Sementara itu, jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 36.163 unit. Angka tersebut meningkat 7.187 unit dibandingkan data sebelumnya.

Kondisi Jalan Trans Flores yang retak dan terbelah menjadi salah satu dampak yang terlihat di tengah masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan di Flores. Kendaraan bermuatan berat untuk sementara disebut tidak dapat melewati jalur tersebut.***

 

Halaman:

Tags

Terkini