GENMILENIAL.ID — Kelompok drumband SMA Diponegoro Kisaran, Sumatera Utara, menjadi perhatian di media sosial setelah menunjukkan sikap menghargai keluarga yang tengah berduka saat mengikuti karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia.
Momen tersebut terjadi ketika rombongan drumband SMA Diponegoro Kisaran melintasi sebuah rumah duka di tengah rangkaian kemeriahan pawai 17-an di Kota Kisaran.
Alih-alih terus memainkan musik dengan tempo meriah, para pemain drumband menghentikan permainan ketika berada di depan rumah duka. Sikap tersebut kemudian mendapat respons positif dari warganet.
Momen itu dibagikan oleh akun Instagram @darwinnicolas24 melalui unggahannya yang memperlihatkan rombongan drumband berada tepat di depan rumah duka.
Mayoret beri tanda untuk hentikan permainan
Dalam unggahannya, pemilik akun menjelaskan bahwa rombongan drumband sebelumnya masih memainkan musik dengan tempo yang meriah ketika berjalan mengikuti karnaval.
“Di awal kita bisa dengar tim marching band sedang memainkan musik dengan tempo yang meriah,” tulisnya dalam unggahan Instagram Story.
Baca Juga: Ratusan siswa jadi korban dugaan keracunan MBG di Berastagi, BGN siap bawa ke jalur hukum
Ketika rombongan sampai di depan Yayasan Dharma Bakti Sejati, mayoret kemudian memberikan tanda kepada para pemain.
“Tapi, setelah pas di depan Yayasan Dharma Bakti Sejati, mayoret mengangkat tongkat tegak lurus dengan sempritan peluit panjang,” tambahnya.
Dalam video tersebut, mayoret terlihat mengarahkan perhatian ke rumah duka sebelum memberikan komando kepada anggota drumband.
Setelah komando diberikan, tempo permainan musik kemudian berubah dan para pemain mulai menghentikan permainan.
Baca Juga: Profil Celine Olivia, pembawa baki bendera merah putih yang berprestasi di bidang seni