Baca Juga: Dapur MBG di Mojokerto Jatim meledak lalu terbakar: Total 5 korban, 3 orang alami luka bakar
Kondisi gajah diperiksa sebelum berangkat
Perjalanan panjang menuju Kalimantan Timur menjadi salah satu hal yang disoroti publik setelah video pemindahan kedua gajah beredar.
Kemenhut memastikan kondisi kesehatan Deo dan Sinta telah diperiksa sebelum keduanya diberangkatkan.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis dan ahli gajah, termasuk terhadap kondisi fisik serta perilaku kedua satwa.
“Sebelum diberangkatkan, tim medis dan ahli gajah menguji secara menyeluruh kondisi kesehatan fisik serta perilaku Deo dan Sinta,” ungkap pihak Kemenhut.
Keberangkatan kedua gajah tersebut baru dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan kondisi keduanya memenuhi persyaratan untuk menempuh perjalanan jarak jauh.
“Keberangkatan baru diizinkan setelah seluruh hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan kedua gajah berada dalam kondisi prima dan siap menempuh perjalanan jarak jauh,” lanjutnya.
Dikawal 17 personel
Proses pemindahan Deo dan Sinta dimulai pada 14 Agustus 2026 di bawah pengawasan tim gabungan.
Sebanyak 17 personel diterjunkan untuk mendampingi perjalanan kedua gajah tersebut.
Mereka terdiri dari Polisi Kehutanan BKSDA Yogyakarta, personel BKSDA Kalimantan Timur, tim mahout atau pawang gajah, dokter hewan, serta pakar penanganan gajah senior.
Rute perjalanan menggunakan metode multimoda. Rombongan berangkat dari Yogyakarta menuju Pelabuhan Paciran, Lamongan, Jawa Timur.
Dari Pelabuhan Paciran, perjalanan dilanjutkan melalui jalur laut menuju Pelabuhan Bahaur, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menggunakan KMP Drajat Paciran.