Badruzaman mengatakan pihaknya sebenarnya mengundang seluruh ASN Kemenag Subang yang jumlahnya tidak kurang dari 700 orang. Namun, keterbatasan kapasitas Masjid Al-Gufron membuat jumlah peserta yang dapat hadir sekitar 350 orang.
Baca Juga: Maba UNNES tewas dalam kecelakaan di Gunungpati Semarang, jadwal padat ospek kampus kini disorot
"Yang hadir tidak kurang dari 350 orang yang hadir pada malam hari ini dari berbagai daerah dari seluruh wilayah di Kabupaten Subang, termasuk yang paling utara dari Pamanukan dan paling selatan dari Tanjungsiang dan dari Sagalaherang," ungkapnya.
Menurut Badruzaman, jarak tidak menjadi penghalang bagi para peserta untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Kehadiran ASN dari berbagai wilayah dinilai menunjukkan komitmen bersama dalam mengisi momentum kemerdekaan.
Libatkan kepala madrasah hingga penyuluh
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur di lingkungan Kemenag Subang. Di antaranya kepala madrasah, guru, penyuluh agama, penghulu, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), serta unsur pendidikan madrasah mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Selain ASN, kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah unsur dan forum keagamaan di Kabupaten Subang.
Di antaranya kelompok kerja (Pokja) Majelis Taklim, Pokja Pondok Pesantren, Forum Pondok Pesantren (FPP), serta Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).
Badruzaman berharap momentum tersebut dapat memperkuat rasa syukur sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.
"Tidak ada harapan terbaik selain melalui dzikir dan doa tasyakur ini, bangsa Indonesia dapat terus meningkatkan semangatnya, cinta terhadap tanah air, sekaligus juga tidak melupakan doa agar bangsa ini selamat dan mencapai tujuan yang dicita-citakan, yaitu menjadi bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur," pungkasnya.***