GENMILENIAL.ID — Polisi masih menyelidiki kecelakaan yang menimpa seorang siswi SMK berinisial AP (16 tahun) di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan (Tangsel), setelah korban tertemper kereta rel listrik (KRL) Commuter Line yang melintas pada Senin, 10 Agustus 2026.
Hingga kini, kepolisian belum menyimpulkan penyebab maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan sejumlah unggahan media sosial dengan kecelakaan yang menewaskan korban.
Baca Juga: Jaga Rawat Jawa Barat, 250 peserta dari berbagai elemen di Subang teguhkan komitmen persatuan
Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan dari lokasi kejadian.
Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari identifikasi korban, pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) hingga meminta keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi.
"Belum bisa diketahui dulu ya, kita lagi mengecek," kata Boy kepada awak media di Tangsel, Rabu, 12 Agustus 2026.
"Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan," lanjutnya.
Baca Juga: PJU mati hingga jembatan ambruk, ini aspirasi warga Kampung Dampit ke Ketua DPRD Subang
Jasad AP telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi ingatkan jangan tarik kesimpulan dari medsos
Di tengah proses penyelidikan, sejumlah unggahan yang diduga berasal dari akun media sosial pribadi korban beredar dan menjadi perhatian publik.
Salah satunya adalah sebuah kalimat berbahasa Inggris yang disebut diunggah sekitar satu jam sebelum peristiwa terjadi.
"Bout to attempt, sorry if your train got delayed," demikian tulisan yang beredar.