Baca Juga: ESAI: Feodalisme warisan budaya materi
Namun, ketika petugas hendak memasuki lokasi, sejumlah orang yang diduga loyalis MR melakukan perlawanan.
"Kemudian ada perlawanan dari mereka, pakai mercon dan petasan, baru kita pukul mundur," ungkap Roy.
Perlawanan tersebut kemudian dihadapi petugas dengan penggunaan gas air mata. Polisi yang mengalami luka menjadi salah satu dampak dari bentrokan dalam proses penggerebekan tersebut.
BNN amankan uang Rp1,27 miliar dan aset Rp39,9 miliar
Selain menangkap MR, petugas juga mengamankan sejumlah barang dalam pengembangan kasus jaringan narkoba tersebut.
BNN menyebut uang tunai sebesar Rp1,27 miliar berhasil diamankan. Sementara itu, nilai aset yang turut diamankan mencapai hampir Rp39,9 miliar.
"Sudah diamankan uang tunai Rp1,27 miliar dengan aset menyentuh Rp39,9 miliar, perhitungan aset berdasarkan pengembangan lebih lanjut," jelas Roy.
Petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain dari operasi tersebut. Barang yang diamankan antara lain dua unit sepeda motor, dua mobil, dan lima telepon seluler.
Selain itu, petugas menemukan narkotika jenis ganja atau gorila serta sejumlah benda yang tergolong berbahaya.
Baca Juga: Makam Sutrimo karumga Febrie Adriansyah mulai dibongkar, ekshumasi jenazah libatkan ahli forensik
Barang bukti tersebut meliputi senjata api, samurai, peluru, dan petasan.
Operasi Kampung Bahari masih berlanjut
Penggerebekan jaringan narkoba di Kampung Bahari hingga kini masih berlangsung.