Baca Juga: Detik-detik Kiai Anwar Zahid alami kecelakaan di Bojonegoro, mobil ringsek terhantam truk
Massa datangi kantor PMK
Menurut Domingos, rangkaian kejadian bermula setelah Pemerintah Kabupaten Puncak melakukan penyaluran dana desa tahap I pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Sekitar pukul 17.40 WIT, sekelompok massa mendatangi Kantor PMK. Gedung tersebut kemudian menjadi sasaran pertama dalam aksi yang selanjutnya meluas ke sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya.
Bupati Puncak Elvis Tabuni yang mengetahui situasi tersebut kemudian datang ke Kantor PMK untuk menemui dan berkomunikasi dengan massa.
Namun, upaya audiensi tersebut tidak membuat massa mengurungkan aksinya. Situasi kemudian memanas hingga Kantor PMK dibakar sekitar pukul 18.45 WIT.
“Sekitar pukul 18.45 WIT, massa aksi tidak puas sehingga melakukan aksi pembakaran Kantor PMK,” ungkap Domingos.
Aksi meluas ke sejumlah kantor
Setelah Kantor PMK dibakar, aksi kemudian meluas ke sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya.
Polisi mencatat sejumlah kantor turut menjadi sasaran, mulai dari Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial hingga Kantor Keuangan.
Selain bangunan pemerintahan, satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga ikut terbakar.
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas pemerintahan mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda, mulai dari terbakar sebagian hingga hangus terbakar.
Situasi kini kondusif