news

Dari ekskul sekolah ke pimred media, ini kisah emas perjalanan jurnalis Arvendo Mahardika di Pro-spective Bootcamp Promedia Group

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 20:16 WIB
Pimred About Malang, Arvendo Mahardika dalam 'Bootcamp Next-Gen Journalist: Navigasi Ekosistem Digital dan Etika Konten Modern' bersama Promedia Group via daring, pada Jumat, 31 Juli 2026 (Dok. Promedia)

GENMILENIAL.ID – Promedia Group sukses menggelar diskusi bertajuk Pro-spective Bootcamp Next-Gen Journalist: Navigasi Ekosistem Digital dan Etika Konten Modern bersama jaringan mitra publisher secara daring, Jumat, 31 Juli 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Pemimpin Redaksi aboutmalang.com, Arvendo Mahardika, sebagai pembicara utama.

Dalam sesi tersebut, Arvendo membagikan perjalanan kariernya di dunia jurnalistik yang dimulai sejak bangku sekolah hingga menjadi pimpinan media.

Baca Juga: Kang Andhy daftar calon ketua PWI Jabar 2026, usung program kesejahteraan wartawan hingga peluang kerja internasional

“Dulu semasa SMK, saya sudah mulai mengenal jurnalistik saat terjun ke ekskul jurnalistik, mengurus majalah sekolah, radio, hingga media sosialnya,” ungkap Arvendo.

Pengalaman tersebut menjadi titik awal ketertarikannya pada dunia literasi dan informasi, yang kemudian terus ia tekuni hingga berkuliah di Universitas Malang (UM).

Berawal dari nol hingga bangun media

Arvendo menceritakan awal mula berdirinya media About Malang pada 2020. Saat itu, ia mengaku memulai dari kondisi serba terbatas.

Baca Juga: Skandal kopilot Malaysia yang diduga kerja sampingan jadi kurir narkoba ke RI: Sempat terciduk bawa 26 kg ekstasi

“Dulu homeless, tidak ada website, hanya modal media sosial. Dari sini saya banyak belajar tentang jurnalistik, membangun kolaborasi, bisnis,” tuturnya.

Ia juga mengenang fase awal tersebut sebagai masa penuh tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas kerja hingga minimnya jumlah audiens dan jejaring.

“Jumlah followers saat itu masih sedikit, jejaring juga sangat terbatas,” tambahnya.

Meski demikian, semangat belajar dan konsistensi membuat media yang ia bangun perlahan berkembang.

Baca Juga: Diduga gegara konsumsi menu MBG basi, 707 warga sekolah di SMKN 6 Semarang alami keracunan massal

Halaman:

Tags

Terkini