Tekanan kelola anggaran jadi beban berat
Nanik mengungkapkan, tekanan terbesar selama memimpin BGN berasal dari tanggung jawab mengelola anggaran negara dalam jumlah besar.
Baca Juga: Soal Nanik S Deyang jadi Dewas BGN, Istana pertimbangkan pengalaman urusi MBG
Ia mengaku sangat berhati-hati dalam setiap pengambilan keputusan.
Bahkan, ia tidak pernah menandatangani dokumen penting sendirian. Setiap keputusan selalu melibatkan wakil kepala untuk memastikan semuanya sesuai aturan.
“Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apa pun saya tidak mau sendiri, harus dua wakil kepala ikut paraf,” ujarnya.
Menurutnya, beban tersebut memicu kecemasan berlebih hingga berdampak pada kondisi fisiknya.
Pilih fokus pemulihan kesehatan
Kondisi kesehatan yang terus menurun akhirnya membuat Nanik memutuskan untuk mundur dari jabatannya.
Ia mengaku telah menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Presiden.
“Saya sudah pamit kepada presiden, jangan lama-lama saya di BGN karena saya mau fokus untuk kesehatan saya,” ungkapnya.
Meski demikian, Nanik tetap diminta untuk terlibat dalam pengawasan BGN ke depan.
Akui trauma urus keuangan