“Saya akan bekerja keras memperbaiki yang harus diperbaiki. Yang tidak transparan harus dibuat transparan,” ungkapnya.
Menurutnya, sistem digital penting agar seluruh aktivitas dapat tercatat dengan jelas dan mencegah praktik yang tidak semestinya.
“Yang manual harus kita dorong menjadi digital, ada rekam jejaknya, dan tidak boleh ada lagi yang sembunyi-sembunyi,” lanjutnya.
Dorong dampak ekonomi bagi petani
Tak hanya fokus pada pemenuhan gizi, Sudaryono juga menyoroti pentingnya dampak ekonomi dari program MBG.
Ia berharap anggaran besar dari APBN dapat berputar di masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
Dengan latar belakangnya sebagai Wakil Menteri Pertanian, ia mengaku memahami langsung potensi manfaat program ini bagi para pelaku usaha pangan.
“Dana dari APBN harus bisa kembali ke rakyat, termasuk petani, peternak, dan penyedia bahan pangan,” jelasnya.
Minta dukungan dan tegaskan anti-korupsi
Di akhir pernyataannya, Sudaryono meminta dukungan dari seluruh pihak agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk tidak mentoleransi praktik korupsi dalam bentuk apa pun.
“Saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar kami bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya.