Sudah pamit ke presiden
Dalam pernyataannya, Nanik mengaku telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum mengambil keputusan tersebut.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusannya berobat ke luar negeri bukan berarti tidak percaya pada tenaga medis di Indonesia.
“Ini bukan berarti karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bentuk second opinion atas kondisi kesehatannya.
Tetap diminta awasi BGN
Meski mundur dari jabatan Kepala BGN, Nanik mengungkap bahwa dirinya tetap diminta untuk mengawasi lembaga tersebut.
Baca Juga: Whistleblowing System Kementerian PU disorot, Dody Hanggodo: Tampung aduan dari absensi hingga judol
Ia menyebut Presiden meminta dirinya tetap berperan sebagai bagian dari dewan pengawas.
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” kata Nanik.
Dengan peran barunya itu, Nanik menegaskan akan tetap mengawasi siapa pun yang nantinya ditunjuk sebagai Kepala BGN.
Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat sinyal bahwa sosok pengganti yang ia sebut sebagai 'adik' tetap berada dalam pengawasannya.***