Sudah pamit ke presiden
Dalam pernyataannya, Nanik mengaku telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum mengambil keputusan tersebut.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusannya berobat ke luar negeri bukan berarti tidak percaya pada tenaga medis di Indonesia.
“Ini bukan berarti karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bentuk second opinion atas kondisi kesehatannya.
Tetap diminta awasi BGN
Meski mundur dari jabatan Kepala BGN, Nanik mengungkap bahwa dirinya tetap diminta untuk mengawasi lembaga tersebut.
Baca Juga: Whistleblowing System Kementerian PU disorot, Dody Hanggodo: Tampung aduan dari absensi hingga judol
Ia menyebut Presiden meminta dirinya tetap berperan sebagai bagian dari dewan pengawas.
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” kata Nanik.
Dengan peran barunya itu, Nanik menegaskan akan tetap mengawasi siapa pun yang nantinya ditunjuk sebagai Kepala BGN.
Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat sinyal bahwa sosok pengganti yang ia sebut sebagai 'adik' tetap berada dalam pengawasannya.***
Artikel Terkait
Muncul perdana jadi kepala BGN, Nanik S. Deyang tegaskan latar belakang biologi dan peran militer di program MBG
Momen Nanik S Deyang ngacir hindari wartawan saat ditanya soal motor listrik, buru-buru masuk mobil
Menkeu Purbaya soal perbaikan MBG: BGN Diobrak-abrik dan dilakukan penghematan besar-besaran
Kasus BGN, Jampidsus Febrie Adriansyah ungkap ada 47 nama yang disebut Sony Sonjaya
Profil Sudaryono usai ditunjuk Istana gantikan Nanik Deyang jadi Kepala BGN: Wamentan aktif di ormas tani hingga dunia bisnis
Kejagung buka peluang periksa eks Kepala BGN Nanik Deyang usai mundur, kasus korupsi MBG disorot
Pernah dicegat wartawan soal motor BGN, lihat lagi momen Nanik Deyang disorot sebelum kini mendadak resign