“Ada macam-macam, yang lain-lain ada absensi, judi online,” ungkapnya.
Ia bahkan mencontohkan, salah satu laporan yang telah diverifikasi Inspektorat Jenderal berkembang menjadi dugaan tindak pidana dan kini telah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi.
Jadi dasar pembenahan internal
Lebih lanjut, Dody mengakui bahwa keberadaan WBS turut mendorong langkah pembenahan di internal Kementerian PU.
Salah satunya melalui pergantian pejabat sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi.
“Sangat serius, sangat-sangat serius. Makanya kemudian saya harus sering gonta-ganti orang,” tegasnya.
Baca Juga: Karyawan resto ayam di Jaksel diduga ejek anak disabilitas, berujung minta maaf dan dipecat
Meski demikian, ia menekankan bahwa fokus utama bukan pada individu, melainkan pada penguatan institusi secara keseluruhan.
“Saya tidak terlalu peduli orang per orang di PU, saya pedulinya Kementerian PU. Saya ingin kementerian ini semakin kokoh dan semakin bersinar dari tahun ke tahun,” pungkasnya.
Identitas pelapor dijamin aman
Selain itu, Kementerian PU juga memberikan jaminan kepada pelapor atau whistleblower bahwa identitas mereka akan tetap dirahasiakan.
Baca Juga: Hadiri Paripurna Purwakarta, Kang Rey tegaskan Subang tak bisa bangun sendiri
Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta mendorong keberanian ASN dalam melaporkan dugaan pelanggaran.
Dengan sistem ini, Kementerian PU berharap pengawasan internal semakin kuat dan mampu mencegah berbagai potensi penyimpangan sejak dini.***