GENMILENIAL.ID - Keberadaan Femas Yani Arianto, WNI asal Madiun yang diduga kabur dari rombongan open trip di Korea Selatan, mulai terkuak setelah viral di media sosial.
Kasus ini mencuat usai akun @sarjanabackpacker mengunggah pencarian terhadap Femas.
Pihak travel bahkan menawarkan imbalan berupa liburan gratis ke Malaysia dan Singapura bagi yang berhasil memberikan informasi.
Baca Juga: Karyawan resto ayam di Jaksel diduga ejek anak disabilitas, berujung minta maaf dan dipecat
Terpantau di Ansan dan sekitar masjid
Sejumlah laporan dari WNI di Korea Selatan menyebut Femas sempat terlihat di wilayah Ansan. Ia bahkan disebut berada di salah satu masjid di kawasan tersebut.
Informasi itu beredar melalui pesan langsung yang kemudian diunggah ulang oleh pihak travel sebagai bagian dari upaya pencarian.
Sempat bekerja namun tak bertahan lama
Dalam laporan yang sama, Femas disebut sempat bekerja di sebuah pabrik di wilayah Siheung-oido.
Baca Juga: Hadiri Paripurna Purwakarta, Kang Rey tegaskan Subang tak bisa bangun sendiri
Namun, ia hanya bekerja selama satu hari sebelum memutuskan berhenti dengan alasan kelelahan.
“Baru kerja sehari langsung resign dengan alasan kerjanya capek,” tulis salah satu pesan yang diunggah pada Selasa, 21 Juli 2026.
Selain itu, ia juga dilaporkan lebih banyak menghabiskan waktu di masjid setelah tidak lagi bekerja.
Pengakuan berbeda soal status visa