“Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD, 14.083.800 SGD, serta 100 juta rupiah. Estimasi total senilai Rp476 miliar,” lanjutnya.
Temuan ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi berskala besar yang tengah diselidiki aparat kepolisian.
Rumah Sentul dan penjagaan TNI jadi sorotan
Sorotan publik semakin mengerucut setelah diketahui bahwa rumah di Sentul yang digeledah tersebut merupakan milik pribadi Febrie Adriansyah.
“Tentang rumah Sentul, itu memang rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama,” ujar Febrie di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2026.
Baca Juga: Kasus BGN, Jampidsus Febrie Adriansyah ungkap ada 47 nama yang disebut Sony Sonjaya
Di sisi lain, kediaman Febrie di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan, juga sempat dijaga oleh personel TNI pada waktu yang hampir bersamaan.
Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menyebut, pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan Kejaksaan Agung.
“Terkait pengamanan Jampidsus, benar pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan,” jelasnya dalam kesempatan berbeda.
Berujung pengunduran diri
Di tengah dinamika tersebut, Febrie Adriansyah akhirnya mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Jampidsus.
Baca Juga: Jaga Tunas Indonesia lahir di Garut, anak muda disiapkan jadi agen harmoni bangsa
Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menyatakan, pihaknya telah menerima surat pengunduran diri tersebut.
“Pada hari ini, Sabtu, 11 Juli 2026, Bapak Jaksa Agung telah menerima pengunduran diri Bapak Febrie Adriansyah,” kata Anang.