Adapun dalam konferensi pers tersebut, sejumlah nama mahasiswa dari berbagai kampus sempat disebut sebagai bagian dari BEM Bersatu.
Daftar ini kemudian menjadi bahan sorotan karena sebagian di antaranya dibantah oleh institusi terkait.
Situasi ini memperkuat keraguan publik terhadap legitimasi aliansi tersebut.
Hingga kini, polemik terkait BEM Bersatu masih terus bergulir, seiring dengan tuntutan klarifikasi dari berbagai pihak mengenai keabsahan representasi mahasiswa yang terlibat.***