news

Kang Lukmantias resmi pimpin HKTI Subang, gaspol libatkan Gen Z dan dongkrak kesejahteraan petani

Rabu, 17 Juni 2026 | 17:57 WIB
Letkol CHK (Purn) Mochamad Lukmantias Amin atau Kang Lukmantias (kedua dari kanan) resmi menjabat Ketua DPC HKTI Kabupaten Subang periode 2026 – 2031 usai pelantikan pengurus HKTI Jawa Barat di Bandung, Senin 15 Juni 2026

GENMILENIAL.ID - Tantangan sektor pertanian seperti rendahnya kesejahteraan petani dan minimnya regenerasi kini jadi perhatian serius.

Menjawab isu tersebut, Letkol CHK (Purn) Mochamad Lukmantias Amin atau Kang Lukmantias resmi dilantik sebagai Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Subang.

Pelantikan ini merupakan bagian dari Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Jawa Barat yang digelar di Bandung pada Senin, 15 Juni 2026.

Baca Juga: Usulkan pecah dapur SPPG, CEO Promedia Group: Optimalkan UMKM dan katering warga untuk program makan siang warga kurang mampu

Dalam forum tersebut, Dr. Buky Wibawa Karya Guna ditetapkan sebagai Ketua DPD HKTI Jawa Barat periode 2026–2031, sekaligus mengukuhkan 27 pengurus DPC kabupaten/kota.

Fokus tingkatkan kesejahteraan petani

Sebagai ketua baru, Kang Lukmantias menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Subang.

Ia menyebut program kerja ke depan akan mengikuti arahan pusat dan provinsi, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Yang pertama tentunya kita bersyukur ya bahwa DPD HKTI Jawa Barat pada akhirnya sudah terbentuk. Kami juga mendukung penuh Kang Buky sebagai ketua,” ujarnya.

Baca Juga: Mahfud MD beberkan alasan sebut hukuman mati dalam kasus dugaan korupsi Dadan Hindayana: Kejahatan luar biasa dan terus berulang

Menurutnya, kesejahteraan petani harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

“Kita ingin meningkatkan tingkat kesejahteraan petani dibarengi dengan peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian,” tegasnya.

Gen Z didorong turun ke sawah

Salah satu isu utama yang disorot Kang Lukmantias adalah minimnya regenerasi petani. Ia melihat perlunya mendorong keterlibatan generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, agar sektor pertanian tetap berkelanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini