600 Pohon pisang diduga diracun, curhatan pilu petani ini viral dan tuai simpati

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 7 April 2026 | 19:41 WIB
Viral curhatan petani yang pohon pisangnya diduga diracun (TikTok/bebyliza36)
Viral curhatan petani yang pohon pisangnya diduga diracun (TikTok/bebyliza36)

GENMILENIAL.ID - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang wanita menangis histeris setelah kebun pisangnya mendadak rusak dalam waktu singkat.

Wanita bernama Siti Haliza itu mengaku sekitar 600 pohon pisang miliknya tiba-tiba layu, menghitam, dan terancam mati. Ia pun menduga kebun tersebut telah dirusak oleh orang tak bertanggung jawab.

Peristiwa itu dibagikan melalui unggahan TikTok @bebyliza36 dan dikutip pada Selasa, 7 April 2026.

Baca Juga: Disnakertrans Subang klarifikasi data ke BYD dan VinFast usai disentil Dedi Mulyadi

Diduga disuntik racun oleh orang tak bertanggung jawab

Dalam video tersebut, Siti Haliza menyampaikan kekecewaan dan kesedihannya atas kejadian yang menimpa kebunnya.

“Sumpah sakit banget, 600 pohon pisangku disuntik racun sama orang. Demi Allah aku nggak ikhlas,” tulisnya.

Ia menduga ada pihak yang sengaja merusak tanamannya dengan cara menyuntikkan zat berbahaya ke batang pohon pisang.

“Jahat kau ya. Kalian bayangkan tabungan kami habis untuk berladang, ini tanganku sampai gemeteran,” ujarnya sambil terduduk di kebun.

Baca Juga: Tenda bazar Gading Serpong roboh diterjang hujan badai, UMKM panik selamatkan dagangan

Menurutnya, kerusakan terjadi secara tidak wajar dan berlangsung sangat cepat, sehingga kecil kemungkinan disebabkan faktor alam.

Temukan bekas suntikan di batang pohon

Siti Haliza juga menunjukkan kondisi pohon pisang yang daunnya menghitam hanya dalam waktu dua hari.

“Ini salah satu pohon yang disuntik dan sudah hitam, ini udah positif akan mati. Dari mana taunya? Ini, setiap kejahatan itu pasti meninggalkan bekas,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X