news

DPR soroti langkah BI tekan ketergantungan dolar, rupiah didorong makin kuat

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:52 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) didampingi sejumlah pejabat saat memberikan keterangan pers terkait apresiasi DPR terhadap langkah Bank Indonesia dalam memperkuat nilai tukar rupiah, di Jakarta, Minggu 14 Juni 2026 (Dok. Istimewa)

Dengan adanya sistem tersebut, transaksi antara pelaku usaha kedua negara dapat dilakukan lebih mudah dan efisien.

Baca Juga: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dorong BUMDes jadi lokomotif ekonomi desa, Forum BUMDes Jabar siap roadshow

"Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia, semuanya terhubung," jelas Dasco.

Dorong perdagangan lebih efisien

Dasco mengungkapkan bahwa nilai perdagangan antara Indonesia dan China pada tahun 2025 mencapai USD154,5 miliar.

Dengan adanya skema LCT, transaksi ekspor-impor tersebut kini dapat dilakukan menggunakan mata uang lokal.

Ia menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis dalam mengurangi kebutuhan dolar AS dalam aktivitas perdagangan internasional.

Baca Juga: Viral warga keluhkan CCTV Bundaran HI tak bisa diakses saat demo mahasiswa, Pemprov DKI: Bukan dari kanal resmi pemerintah

"Ini upaya yang sangat serius untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat, termasuk melalui penggunaan QRIS lintas negara. Semua ini dilakukan untuk memperkuat rupiah," tegasnya.

Penguatan ekonomi nasional

Langkah BI ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, DPR berharap nilai tukar rupiah dapat semakin stabil dan mampu bersaing di kancah global, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dalam negeri.***

 

Halaman:

Tags

Terkini