Selain insiden upacara, perangkat desa juga mengeluhkan sikap camat dalam forum resmi.
Fredy disebut kerap menggunakan kata-kata yang tidak pantas saat rapat atau kegiatan pemerintahan.
Dalam forum pemaparan penggunaan APBDes, misalnya, camat disebut menunjuk langsung perangkat desa untuk presentasi tanpa mempertimbangkan kesiapan mereka.
Akibatnya, sejumlah perangkat desa merasa dipermalukan karena tidak siap menyampaikan materi di depan forum.
Hal ini memperkuat anggapan bahwa pola komunikasi pimpinan tidak mencerminkan pembinaan yang baik terhadap bawahan.
Baca Juga: Viral vendor roti bongkar kelakuan SPPG di Kota Serang, minta manipulasi harga di nota anggaran MBG
Camat ngaku siap dicopot dari jabatan
Menanggapi aksi penggerudukan tersebut, Fredy Sasono tidak memberikan bantahan maupun pembenaran secara tegas.
Ia memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pimpinan di atasnya.
"Saya serahkan ke pimpinan," ujar Fredy saat dimintai keterangan di Wonogiri, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia juga menyatakan kesiapannya apabila harus menerima konsekuensi dari polemik yang terjadi, termasuk jika harus dicopot dari jabatannya.
"Namanya prajurit, ya siap," katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait tindak lanjut atas tuntutan perangkat desa tersebut.