Koordinator Red Code RSUD Dr Soetomo, Dwi K, menyampaikan bahwa tim internal rumah sakit langsung bergerak cepat begitu insiden terjadi.
Ia mengatakan, prosedur penanganan awal kebakaran langsung dijalankan sesuai standar akreditasi rumah sakit, termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
“Tim kami yang melakukan evakuasi di lokasi kejadian melakukan percobaan menggunakan APAR dan menjalankan tahapan sesuai standar akreditasi rumah sakit,” ujarnya.
Dwi juga memastikan bahwa petugas yang terlibat dalam proses evakuasi berada dalam kondisi aman dan tetap mengutamakan keselamatan pasien.
“Petugas yang melakukan evakuasi kami pastikan aman dan bisa menyelamatkan orang lain jika terjadi kebakaran,” tambahnya.
Namun, karena api diduga semakin membesar, pihak rumah sakit kemudian meminta bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya.
13 Unit damkar diterjunkan
Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api yang berada di lantai 5 gedung tersebut.
Baca Juga: Viral obat keras dijual bebas di swalayan ritel Bintaro, BPOM dan Dinkes lakukan sidak
Petugas berjibaku menjinakkan kobaran api hingga akhirnya berhasil mengendalikan situasi.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kemudian fokus melakukan proses pengeluaran asap pekat dari dalam gedung agar kondisi kembali aman.
Ketua Tim Kerja Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Trianjaya, mengungkapkan dugaan awal penyebab kebakaran.
“Memang dugaannya ada korsleting listrik di lantai 5,” ujarnya di lokasi kejadian.