Dalam kondisi tersebut, ayahnya sering membantu mengambilkan motor di parkiran agar bisa digunakan kembali keesokan harinya.
“Kalau lagi nggak pulang karena urusan kerjaan atau pulang malam, Arin pulang naik taksi,” ujarnya.
“Nanti, ayahnya yang ambil motor ke parkiran Bapak biar besok bisa dipakai kerja lagi. Bener-bener anak kesayangan,” lanjutnya.
Kedekatan keluarga Arinjani dengan pemilik parkiran bahkan membuat ibunya menyebut bahwa mendiang sudah seperti anak sendiri karena hampir setiap hari bertemu.
Motor pulang, ayah tak kuasa menahan tangis
Momen paling mengharukan terjadi saat motor Arinjani diantarkan kembali ke rumah.
Sang ayah tak kuasa menahan tangis ketika menyadari putrinya tak lagi pulang bersama kendaraan tersebut.
Baca Juga: Respons kilat usai kecelakaan KA Bekasi, Presiden siapkan Rp4 triliun dan setujui flyover
“Sampai sekarang masih nyesek banget, yang awalnya masih ngobrol tenang, tiba-tiba nangis waktu sadar motor anaknya udah diparkir depan rumah, dan awalnya nggak mau ambil kunci motornya,” tulisnya.
“‘Nggak bisa saya lihat motornya pak,’ ‘Nggak mau kalau pak yang pulang motornya aja.’ Mungkin sebelumnya, kalau motor udah ada di rumah tanda anak perempuannya udah pulang,” lanjutnya.
Kini, kenyataan bahwa hanya motor yang kembali tanpa pemiliknya menjadi luka mendalam bagi keluarga.
Jenazah Arinjani sebelumnya sempat berada di RS Polri Kramat Jati dan telah dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi pada Rabu, 29 April 2026.***